Data Center Infrastructure Management (DCIM) merupakan hal strategis di area arsitektur TI saat ini. Namun begitu masih minim kesepakatan apa yang sebenarnya dibutuhkan, atau pembeda dari generasi – generasi manajemen data sebelumnya. Kebutuhan sektor ini menurut Gartner akan terjadi lonjakan tinggi penetrasi dari 1% menjadi lebih dari 60% pada 2014.

Idealnya, DCIM harus menyediakan sebuah jembatan antara lingkungan data, infrastruktur perangkat keras TI dan sistem pendukung. Dengan cara ini, para manajer dapat memantau dan memuat data langsung ke performa yang tinggi dan sumber daya yang efisien serta penggunaan energi. Meski hal ini dapat diselesaikan dalam pengembangan, namun biasanya akan melibatkan beberapa integrasi antara arsitektur manajemen tingkat lanjut dengan sistem yang sudah dipakai secara turun-temurun.

Merujuk dari peningkatan penetrasi mencapai lebih 60% oleh Gartner, Dan Fry, Vice President of Converged Solutions dari sebuah firma manajemen iTRACS mengatakan bahwa bagian dari pergerakan ini berasal dari fakta bahwa kebanyakan organisasi lebih memilih berinvestasi dalam kontrol untuk lapisan logis. Keadaan tersebut telah menyebabkan situasi diluar kendali karena sumber daya fisik menjadi sering kurang dimanfaatkan dan kurang terkoordinasi, sehingga biaya energi yang tinggi, kurangnya data kinerja dan meningkatnya risiko kegagalan.

Maka solusinya, adalah dengan memastikan beragam lapisan infrastruktur data perusahaan dapat dikelola sebagai unit kohesif, yang mana bagi iTRACS berarti menggabungkan platform manajemen infrastruktur fisik dengan sistem manajemen data sebanyak mungkin. iTRACS saat ini bekerjasama dengan CA untuk merancang interface umum manajemen untuk otomatisasi tumpukan ecoSoftware dan platform Converged Physical Infrastructure Management (CPIM).

Tentu saja, bagian dari permasalahan dengan software perusahaan dari berbagai tingkatan adalah terbukanya beragam interpretasi yang membuatnya sulit untuk membedakan antara pendekatan inovatif dengan produk-produk dan kemampuan-kemampuan yang dibungkus ulang.

APC by Schneider Electric, contohnya, berusaha untuk membedakan dirinya dari CFD dan perangkat lunak pemantau yang biasa dengan platform StruxureWare, yang menggabungkan kekuatan memantau dan modul-modul pendingin otomatis dengan serangkaian pilihan plug-in dan scripting untuk kustomisasi manajemen yang luas. Perangkat lunak APC by Schneider Electric ini juga menyediakan interface untuk iPhone, iPad dan peranti-peranti bergerak berbasis Android.

Tekanan persaingan seperti tersebut diatas membuat DCIM akan menjadi sebuah perlengkapan di banyak perusahaan selama beberapa tahun mendatang. Industri TI telah melihat pengurangan drastis pada konsumsi energi selama dekade terakhir dikarenakan virtualisasi dan teknologi lainnya. Namun, hal ini dilihat secara luas sebagai latihan yang sedang berlangsung. Dengan menggabungkan virtualisasi terkini dan platform manajemen data dengan beberapa perangkat lunak yang membentuk lapisan fisik dan infrastruktur pendukung di lapisan bawah, tujuannya adalah untuk menemukan sumur baru yang akan mendorong efisiensi biaya operasi menurun lebih jauh lagi.